Profil SMP Bina Insani

10672377_302682903249762_430085839070657665_n
SMP IT Bina Insani  Semarang sejak awal pendiriannya diniatkan sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang diformat dengan tujuan :
1. Mencetak generasi Qur’ani penghafal Al Qur’an yang berkepribadian utuh dan  unggul dalam ilmu dan amal.
2. Mendidik generasi Islam yang memiliki komitmen ke-Islam-an yang tinggi dengan ciri;  berakidah lurus (salimul aqidah), beribadah benar (shohihul ibadah), dan berakhlak mulia (akhlakul karimah);
3. Melahirkan da’i tangguh yang  mampu mewujudkan ’Izzul Islam wal Muslimain dan menjadi pemimpin bangsa dimasa depan.
Untuk mewujudkan tujuan-tujuan diatas, SMP IT Bina Insani menerapkan konsep pendidikan Islam Terpadu dengan memadukan kurikulum pendidikan nasional dengan KTSP-nya dan materi-materi Diniyah berbasis Syariah Islam. Sedangkan proses kegiatan belajar mengajar sehari-hari dijalankan dengan pola kepengasuhan berdasarkan prinsip ” 24 Jam Mengasuh dengan Hati dan Keteladanan”. Semua itu diimplementasikan dalam kegiatan yang terencana, terprogram rapi, terarah, bervariasi, dan didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten, serta dikelola secara profesional dan akuntabel.
VISI
Terdepan dalam mencetak generasi Qur’ani pengemban risalah Islam  berkafaah ilmiah dan amaliyah tinggi.
MISI
1. Melaksanakan Pembelajaran Saint dan Teknologi yang Berbasis Al Quran
2. Membangun Karakter Islam yang  Mengedepankan Akhlak Qur’aniyah
3. Menyiapkan Kader Dakwah yg Tangguh
4. Melakukan Pembelajaran Al Quran yang Terpadu.
MOTTO KEPENGASUHAN
Duapuluh empat jam mengasuh dengan hati dan keteladanan.
SISTEM PENDIDIKAN  DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
SMP IT Bina Insani adalah lembaga pendidikan yang memadukan sistem pendidikan salafiah ( tradisionil ) dengan sistem pendidikan modern yang berkembang saat ini. Dalam proses pembelajarannya diterapkan  sistem formal dan non formal yang terpadu.
Implementasi sistem formal dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk pembelajaran dengan sistem klasikal dan sistem talaqi.
SISTEM KLASIKAL
diselenggarakan selama lima hari dalam satu pekan. Santri mengikuti Kegiatatan Belajar Mengajar di kelas mulai pukul 07.30 – 14.05 WIB, dengan kurikulum Diknas ( KTSP ) untuk materi-materi pelajaran umum dan materi-materi pelajaran Diniyah kurikulum pondok. .
SISTEM TALAQI
Diimplementasikan dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an. Dalam sistem ini para santri dibagi kedalam halaqoh-halaqoh tahfidz .Tiap halaqoh beranggotakan 10 orang yang diampu oleh satu ustadz atau ustadzah .Materi talaqi meliputi ziadah dan murojaah.
ZIADAH
kegiatan menghafal dan setoran hafalan baru yang dilaksanakan dipagi hari ba’da subuh sampai jam 6.30 WI.
MUROJAAH
aktivitas mengulang hafalan yang sudah disetorkan agar tidak hilang. Murojaah dilakukan setiap sore ba’da  sholat ‘Asar sampai jam 16.30 WIB.
SISTEM NON FORMAL
adalah aktivitas pembelajaran yang diselenggarakan di luar pembelajaran formal dan biasanya dilakukan diluar kelas. Pembelajaran non formal ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara teori dan  praktik  yang menjadi ciri khas SMP IT Bina Insani. Melalui kegiatan ini, ilmu yang diperoleh dari kelas langsung bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Tujuannya, selain untuk mempraktikkan juga menambah dan menguatkan ilmu para santri. Kegiatan-kegiatan non formal yang ada di SMP IT Bina Insani meliputi :
1. Organisasi Santri Bina Insani ( OSBI ) . Merupakan wadah bagi santri untuk berlatih organisasi dan kepemimpinan.
2. Muhadharah sebagai wadah latihan ketrampilan berpidato atau orasi dalam bahasa Arab dan Inggris.
3. Tasmi’ sebagai media bagi santri  menampilkan kelancaran hafalan dengan cara disimak oleh santri yang lain.
4. Tajwidul Lughoh merupakan kegiatan praktik berbahasa arab terbimbing dimaksudkan agar santri dapat mengasah kelancaran percakapan bahasa Arab dan bahasa Inggris mereka sehari-hari.
5. Tajwidul Mufrodat merupakan aktivitas pengayaan kosa kata bahasa arab dan bahasa Inggris secara berkelompok.
6. Ekstrakurikuler dilaksanakan serentak setiap hari sabtu.
7. Mentoring merupakan bimbingan khusus yang diberikan kepada para santri untuk membentuk  kepribadian Islam.
Sistem formal dan nonformal diiatas diprogramkan dan dipraktekkan secara terpadu, sehingga semua materi merupakan satu kesatuan yang utuh.